Berdiri setinggi 42m, menghadap ke timur, tempat matahari terbit. Patung ini menjadi wujud kemuliaan Sang Bunda yang diangkat ke surga. Diberkati oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Johanes Pujasumarta, tepat di Hari Raya Maria Diangkat ke Surga dan HUT ke-61 GMKA. Di bagian penopang, tergambar kisah Sapta Duka Maria, yang mengingatkan bahwa kemuliaan sejati tumbuh dari kasih yang bersedia menderita bersama.
“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” (Mazmur 34:18). Di hadapan Maria Assumpta, para peziarah diingatkan bahwa dalam diam, Maria memahami, dalam luka, Maria menemani, dan dalam harap, Maria bersatu dalam do’a suci.